Istilah
Avatar berasal dari bahasa Sanskerta, yaitu Avatāra, yang berarti
"turun". Dalam mitologi Hindu, para dewa memanifestasikan dirinya
dengan turun menjelma ke dunia untuk mengembalikan keseimbangan di muka bumi
setelah mengalami zaman kejahatan, dan mereka disebut Sang Avatar.
Aksara Cina yang muncul di atas kata "Avatar" pada pembukaan cerita
berarti "Perantara Tuhan yang turun ke dunia fana".
Avatar: The
Legend of Aang kalau diartikan dalam bahasa Indonesia adalah Avatar,
pengendali angin terakhir; dikenal sebagai Avatar: The Last Airbender di
Amerika Serikat dan beberapa negara. Ini merupakan sebuah serial animasi televisi
Amerika yang ditayangkan oleh jaringan televisi Nickelodeon.
Avatar
mengambil tempat di sebuah dunia fantasi, tempat tinggal manusia, berbagai
binatang fantastik, dan roh-roh. Di samping itu juga, serial ini mengambil
sebuah cerita dalam dunia seni beladiri dan sihir unsur-unsur alam dengan
pengaruh Asia, ceritanya mengikuti petualangan demi petualangan dari penerus
gelar Avatar bernama Aang dan teman-temannya dalam perjalanan mereka
menyelamatkan dunia dari Negara Api yang keji. Serial ini dituliskan dalam
bentuk serial buku, dengan setiap episodenya dianggap sebagai sebuah "bab"
(chapter) dan setiap musimnya disebut sebagai "buku" (book).
Di Indonesia, film ini ditayangkan oleh salah satu stasiun TV Nasional.
Dalam
serial ini digambarkan bahwa peradaban manusia terbagi-bagi menjadi empat
bangsa, Suku Air (Water Tribe), Kerajaan Bumi (Earth Kingdom), Pengembara
Udara (Air Nomads), dan Negara Api (Fire Nation). Pada setiap
bangsa ada orang-orang yang dipanggil Bender (secara harfiah berarti
"Pembengkok", namun dalam hal ini dianggap "Pengendali")
yang memiliki kemampuan mengendalikan unsur alam sesuai bangsa mereka. Seni
mengendalikan unsur alam ini merupakan perpaduan gaya seni beladiri dan sihir
unsur alam.
Avatar
merupakan roh dari planet yang menitis dalam bentuk manusia. Seorang Avatar
akan meninggal dunia dan memiliki regenerasi yang lahir di bangsa sesuai dengan
siklus musim, yaitu musim dingin untuk air, musim semi untuk tanah, musim panas
untuk api, dan musim gugur untuk udara. Avatar inilah yang akan mengendalikan
pada setiap unsur tersebut.
Seorang
Avatar harus mempelajari seni mengendalikan unsur sesuai dengan urutannya,
dimulai dengan unsur asli bangsa sang Avatar, namun terkadang urutan ini bisa
dilewat jika keadaan memaksa. Mempelajari pengendalian unsur yang berlawanan
dengan unsur asli bangsa seseorang adalah hal yang teramat sulit karena
perbedaan gaya seni beladiri dan doktrin-doktrinnya.
Pada
pembukaan cerita dalam serial ini diceritakan bahwa Aang merupakan seorang anak
laki-laki yang memiliki ilmu pengendali angin yang masih berusia 12 tahun dari
Kuil Udara Selatan milik kaum Pengembara Udara. Diberitahukan oleh para tetua
bahwa ia adalah “Sang Avatar”, padahal seorang Avatar biasanya diberitahukan
bahwa ia merupakan Avatar ketika berajak usia 16 tahun. Namun, katekutan dari
para Biksu akan terjadi perang di antara keempat bangsa dalam waktu dekat, maka
seorang Avatar akan diperlukan untuk menjaga keseimbangan dan kedamaian dunia.
Singkat
cerita, Aang kabur dari Kuil Udara Selatan, namun di tengah jalan ia bertemu
dengan badai yang sangat besar dan ia bersama Appa (seekor banteng terbang
raksasa miliknya) jatuh tenggelam ke dalam laut. Tetapi Aang segera membuat
bola udara mengitari tubuhnya dan Appa sehingga ia tidak basah. Bola udara
tersebut membekukan air di sekitarnya sehingga Aang dan Appa terkurung di dalam
bongkahan es.
Seabad
kemudian – dalam episode "The Boy in the Iceberg,"–, dua
remaja dari Suku Air Selatan yang bernama Katara – seorang pengendali air – dan
kakaknya yang bernama Sokka, menemukan Aang dalam sebuah bongkahan es, kemudian
mereka membebaskannya. Kemudian dari penjelasan mereka, Aang tahu bahwa selama
ia menghilang, ketakutan para rahib akan terjadinya perang telah menjadi
kenyataan.
Bertahun-tahun
selama ia kabur, Negara Api yang menjadi rumah para pengendali api, mengadakan
perang menggempur tiga bangsa lainnya, yaitu Kerajaan Bumi, Suku Air, dan Pengembara
Udara. Seluruh kuil udara dihancurkan, termasuk Pengembara Udara, semuanya
dibantai supaya Avatar tidak bisa bereinkarnasi. Hal itu menyebabkan Aang
menjadi pengendali udara terakhir di muka bumi. Merupakan kewajibannya untuk
mempelajari pengendalian empat unsur, agar bisa mengalahkan Raja Api dan
membawa kembali kedamaian dan keharmonisan di muka bumi.
Untuk
memikul tugas tersebut, Aang ditemani oleh Katara dan Sokka, bersama dengan dua
hewan peliharaannya – Momo dan Appa – untuk mencari ahli pengendalian
unsur-unsur dan belajar untuk menjadi seorang Avatar, dan pada saat yang sama
mereka harus menghindari upaya penangkapan oleh pihak Negara Api.
Serial Avatar
banyak meminjam seni dan mitologi dari benua Asia untuk menciptakan sebuah
dunia fiksi. Avatar juga mencampur filosofi, bahasa, agama, seni bela diri, pakaian,
dan budaya dari negara-negara Asia seperti misalnya Cina, Jepang, Mongolia, Korea,
India, dan Tibet. Penampilan Suku Air kelihatannya dipengaruhi oleh budaya Inuit.
Secara terang-terangan dapat ditemukan pengaruh dari seni dan sejarah China, anime
Jepang, Hinduisme, Taoisme, Buddhisme, dan Yoga. Staf produksi memperkerjakan
konsultan budaya, Edwin Zane, untuk meninjau naskah cerita.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar