
Kebangsaan : Suku Air
Warna rambut : coklat
Warna mata : biru
Posisi : Tokoh utama
Kemunculan pertama : episode 1, The Boy In The Iceberg
Pengisi suara : Jack DeSena
Sokka
adalah seorang laki-laki dan kakak dari Katara. Ia berasal dari Suku Air
Selatan. Walupun ia berasal dari Suku Air, ia tidak memiliki bakat sebagai
pengendali air. Tapi ia memiliki semangat untuk mengalahkan Negara Api dan
sering berlatih untuk menjadi Prajurit sejati. Ketika ayahnya dan pria lainnya berangkat
ke Kerajaan Tanah, ia ditinggalkan tugas untuk menjaga Sukunya. Ketika
pemunculan pertamanya di episode "The Boy in the Iceberg", ia
diperkenalkan oleh Katara bahwa kakaknya penakut.
Dari
pertama kemunculannya, Sokka terlihat kalau dia membawa sebilah Bumerang, dan
juga Pedang dua arah yang arahnya satu lagi adalah sebuah bola besi yang cukup
efektif jika digunakan menghantam bagian tubuh lawan, ditambah juga dengan
sebuah tombak.
Dibuku
ketiga, Sokka bertemu dengan gurunya, dan ia membuat pedang pertamanya dengan
tanah liat yang merupakan meteor besar yang jatuh, yang biasa disebutnya
"Pedang Luar Angkasa". Namun, sampai saat ini hanya bumerangnya saja
yang tersisa, karena tombak tersebut hancur setelah dipatahkan Zuko saat
episode kedua, Pedang tersebut tertinggal saat dia dan kawan-kawan melarikan
diri dari rombongan Zhao yang tiba-tiba menyerang, dan juga Pedang Luar
Angkasanya terjatuh dari kapal perang armada Negara Api setelah memotong besinya
untuk menyelamatkan Toph. Sebenarnya bumerangnya juga tertinggal saat
penyerangan oleh Zhao, namun bumerang tersebut kembali lagi ke Sokka setelah
dia mengalahkan seorang prajurit Negara Api.
Kemampuan
Sokka adalah
seorang petarung yang sangat kuat didesanya, namun kekuatannya ini tidak
diimbangi dengan sifatnya yang kekanak-kanakan, ceroboh, selalu mengeluh dan
kadang terlalu percaya diri. Namun, dibuku 2 dan 3 semenjak bertemu Suki
sifatnya ini perlahan-lahan berubah. Senjata utamanya adalah sesuatu yang
berunsur Pedang, terbukti karena ia pernah memiliki senjata sebuah bumerang dan
2 buah pedang.
Kemampuannya
dalam melempar bumerang sudah tidak perlu diragukan lagi, karena ketepatannya
sudah mencapai 250%. Ini terbukti saat dia mencoba untuk melempar bumerang ke
seorang pembunuh bayaran, dan ternyata sangat tepat mengenai mata di dahinya.
Sokka juga dapat
diandalkan dalam hal menganalisa, meskipun analisanya terkadang asal-asalan,
namun pada akhirnya analisa Sokka akan menjadi yang paling benar, seperti saat
ia menganalisa Jet akan berbuat buruk, dan awalnya tidak ada yang percaya.
Namun pada akhirnya analisanya terbukti benar.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar