Lowongan Kerja Freelance
Dibutuhkan karyawan freelance dengan sistim kerja online. Bagi Anda yang tertarik silahkan lihat info selengkapnya di http://lowongankerjaonlinefreelance.blogspot.com/

Minggu, 25 Maret 2012

Toph




Kebangsaan                 : Kerajaan Bumi
Nama lain                    : Penjahat Buta
Jenis kelamin               : Perempuan
Warna rambut             : Hitam
Warna mata                 : Hijau pucat (buta)
Umur                           : 12
Posisi                           : Tokoh pendukung "The Swamp" (sebagai penampakan yang dilihat Aang),
Kemunculan pertama  : "The Blind Bandit" (penampakan secara nyata)
Pengisi suara               : Jessie Flower

Toph Bei Fong (北方 托芙) merupakan salah satu tokoh fiktif dalam serial animasi televisi Nickelodeon yang berjudul Avatar: The Legend of Aang. Dia buta yang memiliki kemampuan dalam pengendalian tanah. Sekaligus ia sebagai pelatih Aang dalam hal ilmu pengendalian tanah. Ia mengajarkan ilmu pengendalian tanah kepada Aang adalah untuk membatu Aang dalam memenuhi kewajibannya sebagai seorang Avatar untuk mengembalikan keseimbangan dunia dengan menaklukkan Negara Api yang imperialistik.

Rumah keluarga Bei Fong yang mewah di kota Gaoling, Kerajaan Bumi.


Latar belakang dan keluarga

Toph merupakan anak semata wayang dari keluarga Bei Fong yang kaya raya. Ia dan kelauarganya tinggal di kota Gaoling di wilayah Kerajaan Bumi dan memiliki simbol babi hutan terbang. Orang tua Toph sangat melindungi anaknya, karena menganggap bahwa kebutaan anaknya merupakan kekurangan sekaligus kelemahan. Mereka menganggap bahwa Toph lemah dan mudah disakiti oleh sesuatu di sekelilingnya. Untuk menghindari risiko dan bahaya, orangtuanya menempatkannya pada tingkat pemula di sekolah pengendalian tanah dan selama lebih dari enam tahun, para penjaga mengawasinya setiap waktu.
Tanpa peduli dengan kekurangannya, Toph telah mengembangkan jurus-jurus istimewa yang membuatnya menjadi pengendali tanah yang hebat. Dan, ia pergi meninggalkan kehidupan mewahnya untuk "mengajari Aang pengendalian tanah". Padahal sesungguhnya, ia pergi untuk melarikan diri dari pengaruh orang tuanya yang suka mengontrol. Toph pernah berkata bahwa ia membenci kedua orang tuanya, namun di suatu saat, dengan berlinang air mata, ia mengadu pada Katara bahwa ia merasa telah menyakiti hati orang tuanya saat ia pergi.
Saat ia masih kecil, ia melarikan diri dari rumah, dan bersembunyi di gua terdekat. Di sanalah ia menjalin persahabatan dengan hewan badgermole buta yang menghuni gua. Dengan meniru gerakan mereka, Toph melatih kemampuannya dalam mengendalikan tanah, hingga membuatnya menjadi seorang ahli.
Keahlian yang ia miliki tersebut selalu merahasiakan kepintarannya di hadapan keluarga dan Master Yu, gurunya. Kadangkala Toph bertanding di Earth Rumble, sebuah turnamen pengendalian tanah yang tersembunyi. Di sana Toph menyandang nama "Penjahat Buta." Pada saat Aang dan kawan-kawan menemukan Toph di turnamen tersebut, ia telah menjadi pemenang bertahan selama 42 kali. Sampai pada akhirnya, ia dikalahkan oleh Aang.
Keluarga Bei Fong tampak sangat kesohor dan memberikan pengaruh di Kerajaan Bumi. Dalam episode "The Serpent's Pass," dengan hanya menunjukkan identitas keluarganya saja, Toph mampu mendapatkan tiket untuk menaiki kapal feri menuju kota Ba Sing Se, tanpa harus mengurus dokumen tertentu yang biasa dilakukan dalam prosedur normal.

 

Ikhtisar alur cerita


Toph memenangkan turnamen Earth Rumble VI.

Aang dan kawan-kawan petualangan untuk mencari guru pengendalian tanah yang mampu "mendengarkan (getaran) bumi," tibalah mereka tiba di kota Gaoling dan bahkan mengunjungi turnamen tersembunyi di kota tersebut, Earth Rumble VI. Di tengah arena, Toph tampil sebagai petarung yang tak terkalahkan. Ia dikenal dan dijuluki sebagai "Penjahat Buta." Setelah mengamati penampilan Toph dan mengenang kembali penampakan yang ia lihat di rawa, Aang percaya bahwa Toph-lah penampakan tersebut.
Selanjutnya Xin Fu, sang panitia turnamen, menantang para pengunjung untuk mengalahkan Toph. Aang tampil berani menerima tantangan tersebut karena ia ingin memperoleh kesempatan untuk berbicara dengan Toph. Saat bertarung, karena tubuh Aang melayang dan kakinya jarang menginjak tanah serta Toph tidak bisa melihat apapun yang tidak menyentuh tanah maka dengan mudah Aang mengalahkan Toph. Setelah Toph kalah, ia tidak memberinya kesempatan kepada Aang untuk berbicara dengannya. Dan, ia terburu-buru meninggalkan turnamen dengan rasa kesal.
Kemudian Aang menemukan Toph berada di rumah keluarga Bei Fong. ia mendapat kesempatan untuk menjelaskan tentang apa yang menjadi tujuannya melakukan perjalanan tersebut. Ia menjelaskan bahwa dirinya membutuhkan seorang guru pengendali tanah. Namun, sebelum Toph membuat keputusan, mereka berdua diculik oleh teman-teman Xin Fu. Mereka percaya bahwa Toph mengalah dengan sengaja karena mereka tidak melihat ada sesuatu yang mengenainya yang menyebabkannya kalah. Mereka tidak puas dan meminta agar orang tua Toph memberikan uang tebusan di arena turnamen.
Katara, Sokka, Master Yu, dan ayah Toph mendatangi tempat turnamen untuk membayar uang tebusan, namun hanya Toph yang dibebaskan. Para penculik mengatakan bahwa mereka akan menyerahkan Aang ke Negara Api supaya memperoleh uang lebih banyak. Katara meminta Toph untuk menolongnya membebaskan Aang, namun ayah Toph menolak, sebab ia merasa bahwa anaknya buta, lemah, tidak kuat dan rapuh, dan tidak mampu menolong Aang. Tetapi Toph tidak setuju dengan pendapat tersebut, lalu ia maju sendirian untuk mengalahkan para penculiknya, termasuk Xin Fu. Master Yu terkesima setelah ia menyaksikan Toph mampu menghadapi lawan-lawannya sendirian, dan mengatakan bahwa Toph adalah pengendali tanah terhebat.
Setelah sesampainya di rumah, Toph mencoba menjelaskan ke orang tuanya bahwa ia pandai bertarung. Ia berharap orang tuanya mengizinkan dirinya untuk hidup biasa seperti anak lainnya. Ia juga berharap bahwa penjelasan tersebut tidak mengubah perasaan orang tuanya terhadapnya. Ayah Toph menjawab bahwa penjelasan Toph tidak mengubah kasih sayang di antara mereka, namun itu membuat ayah Toph sadar bahwa ia terlalu memberi kebebasan terhadap anaknya. Ia berencana untuk menyuruh penjaga mengawasi Toph sepanjang hari. Protes Toph tidak dihiraukan oleh ayahnya.
Toph muncul, pada saat Aang dan kawan-kawan akan berangkat pergi untuk melanjutkan perjalanannya. Dan, ia berkata bahwa ayahnya telah berubah pikiran, dan mengizinkannya untuk keliling dunia dengan bebas. Setelah mendengarkan penjelasan Toph, Aang dan kawan-kawan menerimanya dengan ramah, lalu mereka pergi meninggalkan Gaoling dengan menunggangi Appa.
Ayah Toph menawarkan hadiah besar bagi Master Yu dan Xin Fu untuk membawa Toph kembali secepatnya, setelah tahu bahwa kepergian puterinya. Toph pergi dari rumah ternyata tidak memberitahukan ayahnya, sehingga ayahnya berkesimpulan bahwa Sang Avatar telah menculik puterinya tersebut.
Sikap sosial Toph pelan-pelan berubah, semenjak ia menjelajah bersama Sang Avatar. Ia menyayangi teman-temannya, tidak egois lagi, walaupun sikap keras dan tegasnya masih terlihat. Pengetahuannya bertambah semenjak ia bisa mengendalikan logam dengan kemampuan untuk "melihat" unsur-unsur tanah yang masih terkandung di dalam logam.

 

Watak dan kepribadian


Toph beristirahat di Objek Wisata "Misty Plam Oasis" dalam episode "The Library."

Dengan bergabungnya Toph di kelompok Aang, ia memberi nuansa yang berbeda dalam kelompok tersebut dengan kepribadiannya yang khas. Tidak seperti Katara yang penyayang, Aang yang periang ataupun Sokka yang suka menggerutu, Toph bersikap mandiri, kasar, sarkastis, tak suka basa-basi, suka berterus terang, dan suka tantangan. Ia muncul sebagai sosok yang suka melindungi dan gemar berpetualang seperti Aang, dan ia sangat tomboi dalam tingkah laku dan cara berpakaian – sangat bertolak belakang dengan pandangan orang tuanya. Namun, tak seperti Aang yang menghindari pertarungan dalam setiap kesempatan, Toph menyukai pertarungan dan memperoleh juara karena kemampuannya dalam mengendalikan tanah.
Toph amat suka berterus terang dalam mengkritik sesuatu. Ia menyampaikan pendapatnya terhadap orang lain tanpa memandang status atau usia. Kadang-kadang sikapnya buruk dan tak mengacuhkan keadaan sekitar. Hal ini tampak pada masa awal saat ia bergabung bersama Aang dan kawan-kawan. Karena kemenangannya dalam turnamen pengendalian bumi, ia ahli mencela dan menghina musuh-musuhnya dengan kata-kata, dan juga kadang-kadang terhadap kawannya, khususnya Sokka.
Meskipun berasal dari keluarga terhormat yang mengenal tata krama, Toph tidak bertingkah laku seperti gadis yang mengenal sopan santun. Seperti yang diungkapkan dalam episode "City of Walls and Secrets", Toph telah mendapat pelajaran sopan santun dari keluarganya, namun enggan untuk mempraktekkannya.
Hubungan antara Toph dan orang tuanya mengandung pertentangan; ketika Aang menyarankan bahwa Toph mesti meninggalkan mereka, Toph berkata enggan untuk melakukannya. Setelah ia bergabung dengan Aang dan kawan-kawan, ia mengaku telah membenci orang tuanya. Dalam episode "The Earth King", Toph menerima surat yang ia percaya berasal dari ibunya, dan mengandung penjelasan bahwa ibunya mencoba memahami dirinya. Toph merasa senang untuk bertemu dengan ibunya lagi, meskipun pada akhirnya berujung pada sebuah perangkap.
Dalam episode "The Runaway", ia mengaku pada Sokka bahwa alasan yang menyebabkannya bertumpu pada Katara adalah karena Katara amat menyayangi dirinya (bertolak belakang dengan sikap orang tuanya yang melarang Toph untuk melakukan sesuatu yang diinginkannya), dan Toph juga menambahkan bahwa tindakan yang dilakukan oleh Katara lebih besar daripada tindakan yang pernah dilakukan oleh ibunya.
Meskipun demikian, Toph masih mencintai orang tuanya, karena ia sadar bahwa kedua orang tuanya amat melindungi dirinya, dan terasa amat menyakitkan ketika Toph meninggalkan mereka. Akhirnya Toph mengirim surat untuk mereka (dengan Katara sebagai juru tulisnya) dan menggunakan jasa elang milik Sokka sebagai perantara.
Karena terlalu dimanjakan oleh orang tuanya, ia memiliki keragu-raguan mengenai penampilannya, karena tidak mampu melihat dirinya sendiri. Tetapi ia selalu menyembunyikan rasa tidak nyaman terhadap kebutaannya. Dan, sebenarnya benci bila ia terus dibantu dan disediakan makanan.
Kegemarannya untuk menambah kekuatan dan kemandirian memberi sedikit kesulitan bagi Aang dan kawan-kawan pada masa awal. Toph menyatakan dengan tegas bahwa ia bisa membawa barang-barangnya sendiri, dan seringkali keliru menilai bahwa tindakan teman yang ramah merupakan ungkapan rasa kasihan terhadap kebutaannya. Pertemuannya dengan Iroh telah memberinya pelajaran bahwa Aang, Katara, dan Sokka menyayanginya karena mereka berteman, bukan karena kebutaan Toph yang membuat mereka bertindak demikian.
Meskipun buta, Toph adalah tokoh yang paling menampilkan sifat aslinya di antara teman-temannya, tampaknya oleh karena kemampuannya dalam menebak kejujuran seseorang hanya dengan merasakan getaran detak jantung. Ketika Zuko mencoba untuk bergabung dengan kelompok Avatar, Toph adalah satu-satunya orang yang mempercayai ketulusan hati Zuko, sedangkan yang lain berpikir bahwa tindakan Zuko adalah sebuah rencana tersembunyi. Kadangkala Toph terlarut emosi dalam sebuah situasi yang membuatnya cepat marah terhadap orang lain, namun ia tidak pernah lupa untuk mengakui kesalahannya saat suasana hatinya membaik.
Toph sering terlihat tidak memakai alas kaki, sehingga ke mana pun ia berjalan, kulit telapak kakinya selalu menyentuh tanah. Hal ini membuat telapak kakinya dilekati oleh dempulan tanah dan terlihat kotor. Dalam serial Avatar, hal ini merupakan sesuatu yang biasa bagi kaum pengendali tanah, supaya telapak kaki mereka bisa menyentuh tanah secara langsung sepanjang waktu.
Salah satu sifat Toph tampak sangat jelas pada tubuhnya yang kurang bersih dan tindakannya yang kurang tertib. Ia pernah terlihat bersendawa dengan keras, mengorek hidungnya, berludah, dan biasanya tampil dalam balutan busana kotor, yang ia sebut sebagai, "mantel tanah yang menyehatkan." Walaupun kebiasaannya aneh, Toph sebenarnya mempelajari tata krama dengan baik dan menyandang status sosial yang tinggi, namun ia memilih untuk tidak menghiraukannya.

 

Pengendalian tanah


Dengan telapak kakinya, Toph merasakan getaran di permukaan bumi dengan peka sehingga mampu mengetahui posisi seseorang, maupun suatu benda.

Di saat jurus pengendalian bumi yang dilakukan oleh banyak pengendali tanah diangkat dari jurus Hung Gar dalam Kung Fu, jurus Toph diangkat dari jurus Chu Gar dalam Kung Fu. Meskipun buta, Toph memiliki kemampuan unik dalam mengendalikan tanah, dengan cara merasakan vibrasi di permukaan tanah, bahkan getaran yang kecil sekalipun, sehingga membuatnya mengetahui letak pohon, gedung, bahkan mengetahui adanya rombongan semut yang jauhnya beberapa meter.
Dengan indera perasaan yang amat peka ini, dia bisa "melihat" letak orang-orang di sekitarnya, jarak mereka, dan bentuk fisik mereka. Kelebihan ini membuatnya mampu membuat jurus ampuh yang mampu mengalahkan pengendali tanah dengan mudah, oleh karena para pengendali tanah biasanya melakukan sentuhan dengan tanah dan batu yang ada di sekitarnya, dan getaran itu dideteksi oleh Toph supaya bisa melancarkan serangan mematikan.
Sebagai efek samping kebutaannya, Toph memiliki indera pendengaran yang peka, yang membuatnya mampu mengenali seseorang hanya dengan mendengar suaranya saja, bahkan dalam jarak yang jauh. Yang lebih penting, Toph mampu mengetahui kejujuran dan kebohongan seseorang hanya dengan merasakan detak jantungnya dan pola pernafasannya. Walaupun kepekaan Toph tidak selamanya benar, seperti yang pernah ditayangkan dalam episode "The Day of Black Sun", yang menunjukkan bahwa Azula amat mudah untuk berbohong tanpa menunjukkan reaksi fisik yang kecil sekalipun.
Oleh karena ketergantungannya terhadap getaran di permukaan tanah, Toph kesulitan untuk mengatasi musuh yang kakinya jarang menyentuh tanah saat bertarung, atau petarung yang hanya melakukan sedikit sentuhan di permukaan tanah, misalnya para pengendali udara yang memiliki kemampuan untuk melayang dan bergerak seperti agar-agar.
Permukaan tertentu yang mengurangi kepekaan Toph untuk merasakan getaran juga dapat menghalangi kemampuannya. Misalnya saja pasir, yang terdiri dari butiran halus dan tidak padat, membuatnya tidak bisa merasakan sesuatu di sekelilingnya dengan jelas, dan ia merasakan getaran di pasir seperti getaran "bulu." Oleh karena kedekatannya dengan permukaan tanah, Toph tidak bisa berenang dan enggan untuk diajak terbang, demikian juga saat ia diajak menyelam dengan kapal selam.
Di akhir Buku Dua (serial Avatar musim kedua), Toph adalah satu-satunya pengendali tanah yang mampu mengendalikan logam. Dalam episode "The Guru", ketika Toph terlihat sedang berkonsentrasi di dalam penjara baja, di tempat lain, Guru Pathik memberi penjelasan pada Aang bahwa logam tak ubahnya tanah yang telah dibersihkan dan dimurnikan. Hal itu disadari oleh Toph dalam konsentrasinya.
Sebagai akibat dari kepekaannya dalam merasakan tanah, Toph mampu mendeteksi remah-remah (unsur tanah dalam porsi kecil) yang masih tersisa di dalam logam dan memanipulasinya supaya bisa dikendalikan. Di kemudian hari, Sokka memberi pecahan meteorit pada Toph, yang tersusun dari tanah dan logam. Dengan mudah ia membuat meteorit itu menjadi beragam bentuk, dan kemudian menjadikannya gelang.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar