
Kebangsaan : Kerajaan Bumi
Nama lain : Penjahat Buta
Jenis kelamin : Perempuan
Warna rambut : Hitam
Warna mata : Hijau pucat (buta)
Umur : 12
Posisi :
Tokoh pendukung "The Swamp" (sebagai penampakan yang dilihat Aang),
Kemunculan pertama : "The Blind Bandit" (penampakan
secara nyata)
Pengisi suara : Jessie Flower
Toph Bei Fong (北方 托芙) merupakan
salah satu tokoh fiktif dalam serial animasi televisi Nickelodeon yang berjudul
Avatar: The Legend of Aang. Dia buta yang memiliki kemampuan dalam pengendalian
tanah. Sekaligus ia sebagai pelatih Aang dalam hal ilmu pengendalian tanah. Ia
mengajarkan ilmu pengendalian tanah kepada Aang adalah untuk membatu Aang dalam
memenuhi kewajibannya sebagai seorang Avatar untuk mengembalikan keseimbangan
dunia dengan menaklukkan Negara Api yang imperialistik.
Rumah keluarga Bei
Fong yang mewah di kota Gaoling, Kerajaan Bumi.
Latar belakang dan keluarga
Toph
merupakan anak semata wayang dari keluarga Bei Fong yang kaya raya. Ia dan
kelauarganya tinggal di kota Gaoling di wilayah Kerajaan Bumi dan memiliki
simbol babi hutan terbang. Orang tua Toph sangat melindungi anaknya, karena
menganggap bahwa kebutaan anaknya merupakan kekurangan sekaligus kelemahan.
Mereka menganggap bahwa Toph lemah dan mudah disakiti oleh sesuatu di
sekelilingnya. Untuk menghindari risiko dan bahaya, orangtuanya menempatkannya
pada tingkat pemula di sekolah pengendalian tanah dan selama lebih dari enam
tahun, para penjaga mengawasinya setiap waktu.
Tanpa
peduli dengan kekurangannya, Toph telah mengembangkan jurus-jurus istimewa yang
membuatnya menjadi pengendali tanah yang hebat. Dan, ia pergi meninggalkan
kehidupan mewahnya untuk "mengajari Aang pengendalian tanah". Padahal
sesungguhnya, ia pergi untuk melarikan diri dari pengaruh orang tuanya yang
suka mengontrol. Toph pernah berkata bahwa ia membenci kedua orang tuanya,
namun di suatu saat, dengan berlinang air mata, ia mengadu pada Katara bahwa ia
merasa telah menyakiti hati orang tuanya saat ia pergi.
Saat
ia masih kecil, ia melarikan diri dari rumah, dan bersembunyi di gua terdekat.
Di sanalah ia menjalin persahabatan dengan hewan badgermole buta yang menghuni
gua. Dengan meniru gerakan mereka, Toph melatih kemampuannya dalam
mengendalikan tanah, hingga membuatnya menjadi seorang ahli.
Keahlian
yang ia miliki tersebut selalu merahasiakan kepintarannya di hadapan keluarga
dan Master Yu, gurunya. Kadangkala Toph bertanding di Earth Rumble, sebuah
turnamen pengendalian tanah yang tersembunyi. Di sana Toph menyandang nama
"Penjahat Buta." Pada saat Aang dan kawan-kawan menemukan Toph di
turnamen tersebut, ia telah menjadi pemenang bertahan selama 42 kali. Sampai
pada akhirnya, ia dikalahkan oleh Aang.
Keluarga
Bei Fong tampak sangat kesohor dan memberikan pengaruh di Kerajaan Bumi. Dalam
episode "The Serpent's Pass," dengan hanya menunjukkan
identitas keluarganya saja, Toph mampu mendapatkan tiket untuk menaiki kapal
feri menuju kota Ba Sing Se, tanpa harus mengurus dokumen tertentu yang biasa
dilakukan dalam prosedur normal.
Ikhtisar alur cerita

Toph
memenangkan turnamen Earth Rumble VI.
Aang
dan kawan-kawan petualangan untuk mencari guru pengendalian tanah yang mampu
"mendengarkan (getaran) bumi," tibalah mereka tiba di kota Gaoling
dan bahkan mengunjungi turnamen tersembunyi di kota tersebut, Earth Rumble
VI. Di tengah arena, Toph tampil sebagai petarung yang tak terkalahkan. Ia dikenal
dan dijuluki sebagai "Penjahat Buta." Setelah mengamati penampilan
Toph dan mengenang kembali penampakan yang ia lihat di rawa, Aang percaya bahwa
Toph-lah penampakan tersebut.
Selanjutnya
Xin Fu, sang panitia turnamen, menantang para pengunjung untuk mengalahkan Toph.
Aang tampil berani menerima tantangan tersebut karena ia ingin memperoleh
kesempatan untuk berbicara dengan Toph. Saat bertarung, karena tubuh Aang melayang
dan kakinya jarang menginjak tanah serta Toph tidak bisa melihat apapun yang
tidak menyentuh tanah maka dengan mudah Aang mengalahkan Toph. Setelah Toph
kalah, ia tidak memberinya kesempatan kepada Aang untuk berbicara dengannya.
Dan, ia terburu-buru meninggalkan turnamen dengan rasa kesal.
Kemudian
Aang menemukan Toph berada di rumah keluarga Bei Fong. ia mendapat kesempatan
untuk menjelaskan tentang apa yang menjadi tujuannya melakukan perjalanan
tersebut. Ia menjelaskan bahwa dirinya membutuhkan seorang guru pengendali
tanah. Namun, sebelum Toph membuat keputusan, mereka berdua diculik oleh
teman-teman Xin Fu. Mereka percaya bahwa Toph mengalah dengan sengaja karena
mereka tidak melihat ada sesuatu yang mengenainya yang menyebabkannya kalah.
Mereka tidak puas dan meminta agar orang tua Toph memberikan uang tebusan di
arena turnamen.
Katara,
Sokka, Master Yu, dan ayah Toph mendatangi tempat turnamen untuk membayar uang
tebusan, namun hanya Toph yang dibebaskan. Para penculik mengatakan bahwa
mereka akan menyerahkan Aang ke Negara Api supaya memperoleh uang lebih banyak.
Katara meminta Toph untuk menolongnya membebaskan Aang, namun ayah Toph
menolak, sebab ia merasa bahwa anaknya buta, lemah, tidak kuat dan rapuh, dan
tidak mampu menolong Aang. Tetapi Toph tidak setuju dengan pendapat tersebut,
lalu ia maju sendirian untuk mengalahkan para penculiknya, termasuk Xin Fu.
Master Yu terkesima setelah ia menyaksikan Toph mampu menghadapi lawan-lawannya
sendirian, dan mengatakan bahwa Toph adalah pengendali tanah terhebat.
Setelah
sesampainya di rumah, Toph mencoba menjelaskan ke orang tuanya bahwa ia pandai
bertarung. Ia berharap orang tuanya mengizinkan dirinya untuk hidup biasa
seperti anak lainnya. Ia juga berharap bahwa penjelasan tersebut tidak mengubah
perasaan orang tuanya terhadapnya. Ayah Toph menjawab bahwa penjelasan Toph
tidak mengubah kasih sayang di antara mereka, namun itu membuat ayah Toph sadar
bahwa ia terlalu memberi kebebasan terhadap anaknya. Ia berencana untuk
menyuruh penjaga mengawasi Toph sepanjang hari. Protes Toph tidak dihiraukan
oleh ayahnya.
Toph
muncul, pada saat Aang dan kawan-kawan akan berangkat pergi untuk melanjutkan
perjalanannya. Dan, ia berkata bahwa ayahnya telah berubah pikiran, dan
mengizinkannya untuk keliling dunia dengan bebas. Setelah mendengarkan
penjelasan Toph, Aang dan kawan-kawan menerimanya dengan ramah, lalu mereka
pergi meninggalkan Gaoling dengan menunggangi Appa.
Ayah
Toph menawarkan hadiah besar bagi Master Yu dan Xin Fu untuk membawa Toph
kembali secepatnya, setelah tahu bahwa kepergian puterinya. Toph pergi dari
rumah ternyata tidak memberitahukan ayahnya, sehingga ayahnya berkesimpulan
bahwa Sang Avatar telah menculik puterinya tersebut.
Sikap
sosial Toph pelan-pelan berubah, semenjak ia menjelajah bersama Sang Avatar. Ia
menyayangi teman-temannya, tidak egois lagi, walaupun sikap keras dan tegasnya
masih terlihat. Pengetahuannya bertambah semenjak ia bisa mengendalikan logam
dengan kemampuan untuk "melihat" unsur-unsur tanah yang masih
terkandung di dalam logam.
Watak dan kepribadian

Toph
beristirahat di Objek Wisata "Misty Plam Oasis" dalam episode "The
Library."
Dengan
bergabungnya Toph di kelompok Aang, ia memberi nuansa yang berbeda dalam
kelompok tersebut dengan kepribadiannya yang khas. Tidak seperti Katara yang
penyayang, Aang yang periang ataupun Sokka yang suka menggerutu, Toph bersikap
mandiri, kasar, sarkastis, tak suka basa-basi, suka berterus terang, dan suka
tantangan. Ia muncul sebagai sosok yang suka melindungi dan gemar berpetualang
seperti Aang, dan ia sangat tomboi dalam tingkah laku dan cara berpakaian –
sangat bertolak belakang dengan pandangan orang tuanya. Namun, tak seperti Aang
yang menghindari pertarungan dalam setiap kesempatan, Toph menyukai pertarungan
dan memperoleh juara karena kemampuannya dalam mengendalikan tanah.
Toph
amat suka berterus terang dalam mengkritik sesuatu. Ia menyampaikan pendapatnya
terhadap orang lain tanpa memandang status atau usia. Kadang-kadang sikapnya
buruk dan tak mengacuhkan keadaan sekitar. Hal ini tampak pada masa awal saat
ia bergabung bersama Aang dan kawan-kawan. Karena kemenangannya dalam turnamen
pengendalian bumi, ia ahli mencela dan menghina musuh-musuhnya dengan
kata-kata, dan juga kadang-kadang terhadap kawannya, khususnya Sokka.
Meskipun
berasal dari keluarga terhormat yang mengenal tata krama, Toph tidak bertingkah
laku seperti gadis yang mengenal sopan santun. Seperti yang diungkapkan dalam
episode "City of Walls and Secrets", Toph telah mendapat
pelajaran sopan santun dari keluarganya, namun enggan untuk mempraktekkannya.
Hubungan
antara Toph dan orang tuanya mengandung pertentangan; ketika Aang menyarankan
bahwa Toph mesti meninggalkan mereka, Toph berkata enggan untuk melakukannya.
Setelah ia bergabung dengan Aang dan kawan-kawan, ia mengaku telah membenci
orang tuanya. Dalam episode "The Earth King", Toph menerima
surat yang ia percaya berasal dari ibunya, dan mengandung penjelasan bahwa
ibunya mencoba memahami dirinya. Toph merasa senang untuk bertemu dengan ibunya
lagi, meskipun pada akhirnya berujung pada sebuah perangkap.
Dalam
episode "The Runaway", ia mengaku pada Sokka bahwa alasan yang
menyebabkannya bertumpu pada Katara adalah karena Katara amat menyayangi
dirinya (bertolak belakang dengan sikap orang tuanya yang melarang Toph untuk
melakukan sesuatu yang diinginkannya), dan Toph juga menambahkan bahwa tindakan
yang dilakukan oleh Katara lebih besar daripada tindakan yang pernah dilakukan
oleh ibunya.
Meskipun
demikian, Toph masih mencintai orang tuanya, karena ia sadar bahwa kedua orang tuanya
amat melindungi dirinya, dan terasa amat menyakitkan ketika Toph meninggalkan
mereka. Akhirnya Toph mengirim surat untuk mereka (dengan Katara sebagai juru
tulisnya) dan menggunakan jasa elang milik Sokka sebagai perantara.
Karena
terlalu dimanjakan oleh orang tuanya, ia memiliki keragu-raguan mengenai
penampilannya, karena tidak mampu melihat dirinya sendiri. Tetapi ia selalu
menyembunyikan rasa tidak nyaman terhadap kebutaannya. Dan, sebenarnya benci
bila ia terus dibantu dan disediakan makanan.
Kegemarannya
untuk menambah kekuatan dan kemandirian memberi sedikit kesulitan bagi Aang dan
kawan-kawan pada masa awal. Toph menyatakan dengan tegas bahwa ia bisa membawa
barang-barangnya sendiri, dan seringkali keliru menilai bahwa tindakan teman
yang ramah merupakan ungkapan rasa kasihan terhadap kebutaannya. Pertemuannya
dengan Iroh telah memberinya pelajaran bahwa Aang, Katara, dan Sokka
menyayanginya karena mereka berteman, bukan karena kebutaan Toph yang membuat
mereka bertindak demikian.
Meskipun
buta, Toph adalah tokoh yang paling menampilkan sifat aslinya di antara
teman-temannya, tampaknya oleh karena kemampuannya dalam menebak kejujuran
seseorang hanya dengan merasakan getaran detak jantung. Ketika Zuko mencoba
untuk bergabung dengan kelompok Avatar, Toph adalah satu-satunya orang yang
mempercayai ketulusan hati Zuko, sedangkan yang lain berpikir bahwa tindakan
Zuko adalah sebuah rencana tersembunyi. Kadangkala Toph terlarut emosi dalam
sebuah situasi yang membuatnya cepat marah terhadap orang lain, namun ia tidak
pernah lupa untuk mengakui kesalahannya saat suasana hatinya membaik.
Toph
sering terlihat tidak memakai alas kaki, sehingga ke mana pun ia berjalan,
kulit telapak kakinya selalu menyentuh tanah. Hal ini membuat telapak kakinya
dilekati oleh dempulan tanah dan terlihat kotor. Dalam serial Avatar,
hal ini merupakan sesuatu yang biasa bagi kaum pengendali tanah, supaya telapak
kaki mereka bisa menyentuh tanah secara langsung sepanjang waktu.
Salah
satu sifat Toph tampak sangat jelas pada tubuhnya yang kurang bersih dan
tindakannya yang kurang tertib. Ia pernah terlihat bersendawa dengan keras,
mengorek hidungnya, berludah, dan biasanya tampil dalam balutan busana kotor,
yang ia sebut sebagai, "mantel tanah yang menyehatkan." Walaupun
kebiasaannya aneh, Toph sebenarnya mempelajari tata krama dengan baik dan
menyandang status sosial yang tinggi, namun ia memilih untuk tidak
menghiraukannya.
Pengendalian tanah

Dengan
telapak kakinya, Toph merasakan getaran di permukaan bumi dengan peka sehingga
mampu mengetahui posisi seseorang, maupun suatu benda.
Di
saat jurus pengendalian bumi yang dilakukan oleh banyak pengendali tanah
diangkat dari jurus Hung Gar dalam Kung Fu, jurus Toph diangkat dari jurus Chu
Gar dalam Kung Fu. Meskipun buta, Toph memiliki kemampuan unik dalam
mengendalikan tanah, dengan cara merasakan vibrasi di permukaan tanah, bahkan
getaran yang kecil sekalipun, sehingga membuatnya mengetahui letak pohon,
gedung, bahkan mengetahui adanya rombongan semut yang jauhnya beberapa meter.
Dengan
indera perasaan yang amat peka ini, dia bisa "melihat" letak
orang-orang di sekitarnya, jarak mereka, dan bentuk fisik mereka. Kelebihan ini
membuatnya mampu membuat jurus ampuh yang mampu mengalahkan pengendali tanah
dengan mudah, oleh karena para pengendali tanah biasanya melakukan sentuhan
dengan tanah dan batu yang ada di sekitarnya, dan getaran itu dideteksi oleh
Toph supaya bisa melancarkan serangan mematikan.
Sebagai
efek samping kebutaannya, Toph memiliki indera pendengaran yang peka, yang
membuatnya mampu mengenali seseorang hanya dengan mendengar suaranya saja,
bahkan dalam jarak yang jauh. Yang lebih penting, Toph mampu mengetahui
kejujuran dan kebohongan seseorang hanya dengan merasakan detak jantungnya dan
pola pernafasannya. Walaupun kepekaan Toph tidak selamanya benar, seperti yang
pernah ditayangkan dalam episode "The Day of Black Sun", yang
menunjukkan bahwa Azula amat mudah untuk berbohong tanpa menunjukkan reaksi
fisik yang kecil sekalipun.
Oleh
karena ketergantungannya terhadap getaran di permukaan tanah, Toph kesulitan
untuk mengatasi musuh yang kakinya jarang menyentuh tanah saat bertarung, atau
petarung yang hanya melakukan sedikit sentuhan di permukaan tanah, misalnya
para pengendali udara yang memiliki kemampuan untuk melayang dan bergerak
seperti agar-agar.
Permukaan
tertentu yang mengurangi kepekaan Toph untuk merasakan getaran juga dapat
menghalangi kemampuannya. Misalnya saja pasir, yang terdiri dari butiran halus
dan tidak padat, membuatnya tidak bisa merasakan sesuatu di sekelilingnya
dengan jelas, dan ia merasakan getaran di pasir seperti getaran "bulu."
Oleh karena kedekatannya dengan permukaan tanah, Toph tidak bisa berenang dan
enggan untuk diajak terbang, demikian juga saat ia diajak menyelam dengan kapal
selam.
Di
akhir Buku Dua (serial Avatar musim kedua), Toph adalah satu-satunya pengendali
tanah yang mampu mengendalikan logam. Dalam episode "The Guru",
ketika Toph terlihat sedang berkonsentrasi di dalam penjara baja, di tempat
lain, Guru Pathik memberi penjelasan pada Aang bahwa logam tak ubahnya tanah
yang telah dibersihkan dan dimurnikan. Hal itu disadari oleh Toph dalam
konsentrasinya.
Sebagai
akibat dari kepekaannya dalam merasakan tanah, Toph mampu mendeteksi remah-remah
(unsur tanah dalam porsi kecil) yang masih tersisa di dalam logam dan
memanipulasinya supaya bisa dikendalikan. Di kemudian hari, Sokka memberi
pecahan meteorit pada Toph, yang tersusun dari tanah dan logam. Dengan mudah ia
membuat meteorit itu menjadi beragam bentuk, dan kemudian menjadikannya gelang.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar