
Kebangsaan : Negara Api
Nama
lain : Naga dari Barat,
Mushi
Jenis kelamin : Pria
Warna rambut : Abu-abu (mulanya cokelat)
Warna mata : Emas
Umur : 60-an
Posisi : Anti-pahlawan di
Buku 1, Protagonis di Buku 2 dan 3
Kemunculan pertama : episode "The Boy in the Iceberg"
Pengisi suara : Mako (dari tahun 2005 – 2006), Greg
Baldwin sekarang
Iroh
merupakan seorang ahli pengendalian api dan sekaligus sebagai putera mahkota
terdahulu dari Negara Api – sebuah bangsa yang mampu membuat dan memanipulasi api.
Ia adalah seorang jenderal Negara Api yang telah pensiun, dan merupakan kakak
Raja Api Ozai. Iroh menemani keponakannya yang terbuang, yaitu Pangeran Zuko,
dalam petualangan menangkap Aang – Sang Avatar yang telah lama menghilang –
untuk memulihkan kehormatan sang pangeran sekaligus mendapat hak untuk mewarisi
tahta.
Latar belakang dan keluarga
Iroh
merupakan putra sulung dari pasangan Raja Api Azulon dan Puteri Ilah. Hal ini
trungkap dalam serial Avatar musim kedua. Iroh adalah putera mahkota
yang dicalonkan untuk menggantikan Azulon sebagai Raja Api bagi Negara Api.
Iroh memiliki seorang putera yang bernama Lu Ten. Karena puteranya begitu berharga
dan amat disayanginya, maka ketika puteranya tersebut gugur di pertempuran pada
masa penggempuran Ba Sing Se, ia merasa terpukul dan mengalami luka yang
mendalam sehingga memutuskan untuk mundur dari pertempuran tersebut.
Pada
saat kondisi Iroh seperti itu, maka Ozai mengambil kesempatan tersebut untuk
meyakinkan Azulon bahwa ia mampu mewarisi tahta. Permintaan Ozai tidak langsung
dipenuhi oleh Azulon, dan sebagai gantinya, ia diberikan syarat yang sangat
sulit, yaitu membunuh Zuko. Oleh karena intervensi yang dilakukan oleh Ursa
(istri Pangeran Ozai), Ursa dibuang, Azulon wafat secara misterius, dan upacara
penobatan raja diselenggarakan secepatnya. Oleh karena Iroh sedang berada di
Kerajaan Bumi, Ozai dilantik menjadi raja.

Iroh
dan Lu Ten, putra tunggalnya yang meninggal saat menggempur Ba Sing Se.
Zuko
berkata pada Aang bahwa Iroh telah membunuh naga terakhir di muka bumi, yang
membuatnya mendapat julukan "Naga dari Barat". Hal ini terlihat pada
episode "Firebending Masters". Padahal, sesungguhnya Iroh
berbohong untuk menutupi dan melindungi keberadaan dua naga terakhir, yang
telah mengajarinya seni pengendalian api sejati.
Sebenarnya
apa yang diajarkan naga kepada Iroh, Zuko dan Aang, yaitu mengambil energi dari kehidupan. Akan tetapi, metode
yang dipakai Negara Api untuk mendapat sumber api adalah kemarahan dan
kemurkaan.
Ikhtisar alur cerita
Pertama
kali muncul, Iroh terlihat sedang menemani Zuko dalam perjalanannya.
Diceritakan bahwa keduanya telah menghabiskan waktu selama dua tahun di lautan,
dan dengan sia-sia mencari tanda-tanda keberadaan Avatar, yang merupakan spirit
planet yang bermanifestasi ke dalam wujud manusia.
Pada
akhir episode pertama, Iroh dan Zuko melihat sebuah sinyal api yang menyala di
udara. Asal sinyal api tersebut berasal dari pantai Kutub Selatan. Saat
diselidiki, Zuko menemukan bahwa Sang Avatar telah kembali. Setelah mengetahui
hal tersebut, Zuko dan Iroh dengan segera melakukan pengejaran, mencari jejak
Avatar dan kawan-kawannya sampai mengarungi dunia.
Pada
akhir musim pertama, Iroh menyembunyikan Zuko dalam kapal Laksamana Zhao,
dimaksudkan agar Zuko dapat mencapai Suku Air Utara. Sementara ia sendiri bertugas
sebagai penasihat utama Zhao dalam invasi ke Kutub Utara. Kemudian, Iroh
menyerang Zhao, karena ia tahu bahwa rencana Laksamana Zhao dapat mengancam
keseimbangan spiritual. Karena tindakannya tersebut, kemudian ia dicap sebagai
pengkhianat dan disalahkan atas gagalnya penyerbuan karena tindakannya tersebut,
begitu juga terhadap kematian Zhao.

Iroh
dan Zuko sebagai pemilik kedai teh saat merantau di Ba Sing Se.
Pada
awal cerita serial Avatar musim kedua, Iroh dan Zuko ditetapkan sebagai
pengkhianat sekaligus buronan Negara Api. Azula, adik Zuko, dikirim ke wilayah Kerajaan
Bumi untuk memburu mereka sekaligus menangkap Avatar. Akhirnya mereka menjadi
pelarian di sebuah kota di Kerajaan Bumi, dan menyamar sebagai tuna wisma.
Keberadaan
mereka secara tidak sengaja ditemukan oleh Azula. Saat mereka bertarung
dengannya, tubuh Iroh ditembak oleh api Azula hingga jatuh pingsan. Setelah
itu, Zuko menghalau Azula lalu merawat pamannya sampai sembuh.
Setelah
merasa lebih sehat, Iroh berkehendak untuk mengajari Zuko pengembangan teknik pengendalian
api agar dapat mengalahkan Azula. Iroh mengajari Zuko sebuah teknik yang ia
ciptakan sendiri, yaitu teknik menyerap dan mengalihkan petir. Teknik itu
dikembangkannya semenjak ia mempelajari ilmu pengendalian air.
Kemudian,
Iroh dan Zuko memutuskan untuk merantau di Ba Sing Se. Di sana mereka bekerja
keras hingga mampu hidup mapan dengan membuka warung teh. Iroh juga meyakinkan
Zuko untuk berhenti mencari Sang Avatar. Namun ketenangan ini tidak berlangsung
lama. Azula muncul di Ba Sing Se dan meyakinkan Zuko supaya mau menolongnya
menaklukkan kota sekaligus mengalahkan sang Avatar dan Katara dengan rayuan
bahwa kehormatannya bisa pulih dan juga mampu mendapatkan cinta dari sang ayah.
Iroh melindungi Avatar yang terluka dan juga Katara setelah Zuko mengkhianati
pamannya tersebut. Ia kemudian ditawan oleh sekutu baru Azula, yaitu para Dai
Li, atas tindakan itu.
Dalam
serial Avatar musim ketiga, Iroh dipenjara karena aksinya dalam
melindungi Sang Avatar. Saat di penjara, ia menolak untuk berbicara dengan Zuko
sampai akhirnya ia mau bercerita bahwa Zuko merupakan keturunan Avatar Roku.
Akhirnya Iroh kabur dari penjara selama masa gerhana matahari.
Watak dan kepribadian
Iroh
merupakan tokoh yang bersikap tenang, ramah dan ceria. Ia juga mencoba untuk
menganggap perjalanan bersama keponakannya sebagai sebuah libur tambahan yang
panjang, daripada sebuah perjalanan melelahkan yang sia-sia. Kemauan
bersenang-senang dalam usianya yang sudah tua membuatnya lebih fokus untuk
beristirahat dan mencari hiburan daripada mengejar Avatar, bertentangan dengan
keponakannya. Namun, di tengah penampilan luarnya yang tenang, tersembunyi
sosok orang bijak yang telah berpengalaman dalam hal duniawi, seorang pembuat
strategi yang pandai dan licik, dan seorang ahli pengendalian api yang kuat.
Iroh
menyukai makanan, secangkir teh, permainan Pai Sho, dan bermain musik. Ia
menciptakan musik sendu bagi para kru kapal, di mana ia yang menyanyikan sekaligus
memainkan instrumennya. Ia kemudian menampilkan bakat dalam memainkan pipa, dan
menyanyikan lagu pengantar tidur untuk menenangkan anak yang menangis.
Tampaknya karena kegemarannya akan teh, ia pernah tampil sebagai ahli tanaman
amatir yang memiliki pengetahuan mengenai berbagai macam tanaman, meski
penafsirannya yang salah mengenai beberapa karakteristik tanaman membuatnya
keracunan.
Kadangkala
Iroh mengutil, seperti misalnya menyelundupkan parfum dari sebuah biara ke
dalam kantongnya. Ia juga mampu menunjukkan rasa hormat dan apresiasi terhadap
segala budaya, yang tampaknya sangat jarang dilakukan oleh orang-orang dari Negara
Api. Selain itu, ia juga bisa berperan sebagai guru bagi orang-orang yang
ditemuinya, termasuk Avatar dan kawan-kawan.
Tanpa
peduli usia, Iroh mampu menjadi pemikat hati perempuan dalam keadaan tertentu,
dan terlihat main mata dengan berbagai perempuan dalam banyak episode, dan
disapa "tampan" berkali-kali.
Veteran
Pada
usia muda, Iroh merupakan seorang jenderal besar dan pahlawan perang, tersohor
di antara musuh-musuhnya sebagai "Naga dari Barat" karena ia dianggap
telah membunuh naga. Hal ini diungkapkan dalam episode "The Firebending
Masters" bahwa ia tidak membunuh naga namun berpura-pura melakukannya
untuk menyembunyikan dan melindungi naga tersebut. Pengendali api yang mampu
menaklukkan naga diberi gelar kehormatan "Naga." Meski Iroh menerima
banyak sekali kehormatan, ia jatuh dalam kegagalan terbesarnya.
Dalam
serangan akhir untuk memperoleh kemenangan dari Kerajaan Bumi, ia dan
pasukannya menggempur kota Ba Sing Se selama enam ratus hari. Saat itu, pasukan
Iroh diperintahkan untuk menjebol tembok yang konon tak dapat ditembus, namun
kemudian mereka ditarik mundur. Iroh menghentikan pertempuran ketika puteranya
terbunuh. Banyak pihak, termasuk Ozai, melihat kegagalan ini sebagai aib.
Iroh
percaya ia melakukan hal yang benar dan kemudian mengklaim bahwa ia dan
pasukannya kelelahan setelah masa penggempuran yang panjang. Sebagai akibat
dari pengabdiannya yang panjang di militer, Iroh mengenali banyak prajurit
Negara Api, yang kini telah menjadi musuh-musuhnya oleh karena ia dicap sebagai
pengkhianat Negara Api.

Iroh
menulis surat dengan gembira kepada keluarganya di Negara Api, setelah
pasukannya berhasil menembus dinding Ba Sing Se di Kerajaan Bumi. Cuplikan dari
episode "Zuko Alone."
Dalam
pengabdiannya yang luas di militer, Iroh telah menghadapi berbagai cobaan,
termasuk kematian Lu Ten, putera tunggalnya, dan perjalanan menuju Dunia Roh,
yang membuatnya menghormati dunia lain dan memiliki kemampuan untuk melihat
roh. Namun, kejadian-kejadian dalam perjalanannya menuju Dunia Roh belum
diungkap dalam serial Avatar.
Dalam
suatu kejadian, ia juga menemukan naga-naga terakhir yang masih tersisa di
dunia, yang menganggap Iroh layak untuk mendapatkan ilmu pengendalian api
sejati. Untuk melindungi mereka, ia berbohong dan mengarang cerita bahwa ia
pernah membunuh naga terakhir di muka bumi, sehingga tidak memancing rasa
penasaran para pemburu.
Kemampuan
Iroh
adalah seorang pengendali api tersohor nan kuat dalam dunia Avatar.
Sebagai orang tua bijaksana yang melatih diri dengan jing netral, jurus
pengendalian api Iroh cenderung kurang agresif daripada yang lainnya. Iroh
punya kecenderungan untuk tidak melibatkan diri dalam pertarungan, namun
apabila ia ambil bagian dalam pertarungan, ia akan menunjukkan kemampuan yang
hebat. Ia memiliki jurus "Nafas Api" yang terkenal, mirip seperti naga
yang menyemburkan api ke arah musuhnya.
Iroh
tampil sebagai salah satu pengendali api terpilih yang memiliki kemampuan untuk
menghasilkan kilat. Yang terpenting, ia juga merupakan penemu jurus unik yang
melibatkan penyerapan dan pengalihan petir. Iroh mengembangkan teknik itu
dengan mengamati pengendali air, yang menggunakan gerakan lentur mereka untuk
mengalihkan serangan.

Iroh
memperagakan jurus Nafas Api.

Iroh
menunjukkan kemampuannya dalam memisahkan energi positif dan negatif dalam
tubuh sehingga menciptakan kilat.
Pada
serial Avatar musim ketiga, Iroh menghabiskan waktu di penjara untuk
mengembangkan diri dengan cara-cara fisik, meski tingkat kebugaraan yang
diraihnya tidak jelas. Ia mampu melakukan push up dan pull up
dengan satu tangan. Kemudian, tampak bahwa di balik seragam penjaranya, ia
kehilangan perutnya yang buncit sehingga tampak lebih berotot dan langsing.
Setelah
ia kabur (tak ditampilkan), besi kerangkengnya terlihat bengkok dan penjaga
yang terikat memberitahu Zuko bahwa meski pamannya hanya seorang namun
kekuatannya bagaikan sekelompok tentara.
Hebaaattt....
BalasHapus