
Kebangsaan : Negara Api
Nama
lain : Arwah Biru, Lee
Jenis
kelamin : Laki-laki
Warna rambut : Hitam
Warna mata : Emas Umur 16
Posisi
tokoh : antagonis dalam
Buku 1, tokoh protagonis dalam Buku 2 dan 3
Kemunculan pertama : episode "The Boy in the Iceberg"
Pengisi suara : Dante Basco
Zuko
merupakan seorang pengendali api berbakat dan juga merupakan putera Raja Api
Ozai, pemimpin Negara Api – ras manusia dengan kemampuan menciptakan dan
memanipulasi api. Ia merupakan seorang pangeran terbuang yang dikirim untuk
menangkap Avatar (Aang) supaya kehormatannya pulih sekaligus mendapat hak untuk
mewarisi tahta. Zuko dalam perjalanannya selalu ditemani dan diberi nasihat
oleh pamannya, Iroh.
Meskipun
sering tampil sebagai tokoh antagonis dalam cerita, pemahaman Zuko terhadap
kehormatannya menyebabkannya menentang bangsa dan keluarganya sendiri. Meski
dalam batin perasaannya sering bergejolak, di kemudian hari sisi baik dalam
hatinya mampu keluar. Zuko juga memiliki hubungan yang penting dengan Avatar.
Untuk itu, ia menyadarkan diri bahwa takdirnya yang sesungguhnya adalah
berteman dengan Avatar, mengajari Aang pengendalian api, menghentikan
peperangan dan mengembalikan keseimbangan dunia.
Kakek
buyutnya dari keluarga ayahnya adalah Sozin sedangkan kakek buyutnya dari
keluarga ibunya adalah Avatar Roku.
Latar belakang dan keluarga
Zuko
lahir dari pasangan Puteri Ursa dan Pangeran Ozai. Karena selalu dimanja ibunya
dan tak diacuhkan oleh ayahnya, Zuko memiliki ikatan yang erat dengan ibunya.
Sekitar enam tahun sebelum latar belakang dalam cerita dimulai, Zuko mendapat
kabar mengenai kematian sepupunya, Lu Ten, dalam pertempuran selama masa
penggempuran Ba Sing Se.
Sebagai
akibatnya Iroh menghentikan penggempuran dengan rasa sedih dan ayah Zuko, Ozai,
melihat bahwa kejadian itu merupakan kesempatan untuk meyakinkan Raja Api
Azulon bahwa ia berhak mewarisi tahta. Permintaan Ozai ditolak dan sebagai
hukuman karena telah memanfaatkan kekalahan Iroh, ia diperintahkan untuk
membunuh Zuko. Namun, Azulon wafat dan Ursa menghilang sebelum sesuatu terjadi.
Di
kemudian hari diketahui bahwa Ursa muncul dengan rencana untuk menjadikan Ozai
sebagai Raja Api sehingga nyawa Zuko bisa diselamatkan. Hal ini berujung pada
kematian Azulon dan Ursa dibuang sebagai akibatnya.
Di
hari berikutnya, Zuko mencari tahu keberadaan Ursa namun ia tidak mendapat
jawaban apapun. Kemudian ia hadir dalam upacara kematian Azulon dan Ozai
dinobatkan sebagai Raja Api.

Zuko
saat muda (kedua dari kiri) bersama dengan keluarga intinya.
Sekitar
2 – 3 tahun kemudian, Iroh mengizinkan Zuko yang baru berumur 13 tahun untuk
menghadiri rapat perang. Setelah Zuko mendengar rencana seorang jenderal untuk
mengorbankan tentara pemula dalam pertempuran, ia mengajukan protes. Akhirnya
Ozai meminta Zuko untuk berduel dalam Agni Kai. Tetapi ketika duel dimulai, ia
sadar bahwa yang ia lawan bukanlah jenderal yang ia tentang, namun Raja Ozai
sendiri. Zuko menyerah karena tidak sanggup melawan ayahnya sendiri.
Ozai
yang menganggap tindakan tersebut sebagai kelemahan dan rasa tak hormat, dengan
tega mencakar Zuko, mencabut haknya, dan membuangnya dengan syarat tidak boleh
pulang sebelum berhasil menangkap Avatar. Namun, sebagaimana para leluhurnya
yang telah mengarungi dunia demi mencari Avatar, hal ini lebih dianggap sebagai
"misi orang bodoh" daripada sebagai kewajiban nyata.
Tampaknya
tujuan Raja Ozai yang sebenarnya adalah supaya Zuko tidak pernah pulang, oleh
karena Ozai lebih menyukai Azula dan lebih memilihnya untuk menjadi calon Raja
Api daripada Zuko.
Ikhtisar alur cerita
Dalam serial Avatar,
setiap musim penayangan disebut dengan istilah "Buku" dan setiap
episode disebut "Bab." Setiap Buku dinamai menurut nama unsur, dan
pengendalian unsur tersebut mendominasi alur cerita.

Penampilan Zuko dalam
serial Avatar di musim pertama.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar